Ganti Sepatu, Bale Disalahkan Mantan Pelatih Madrid
Gelandang serang Real Madrid, Gareth Bale.
MADRID, KOMPAS.com - Mantan pelatih Real Madrid, John
Toshack, menilai Gareth Bale patut disalahkan atas kekalahan Madrid 1-2
dari Sevilla di Ramon Sanchez Pizjuan, tengah pekan lalu. Pasalnya, Bale
mengganti sepatu pada saat Madrid menerima serangan.
Pada menit ke-70, Bale memutuskan ke pinggir lapangan untuk mengganti sepatunya. Beberapa saat kemudian, Sevilla melakukan serangan dari sisi kanan yang biasa ditempati Bale.
Tanpa Bale, bek Madrid Pepe terpaksa mengawal Ivan Rakitic terlalu jauh. Rakitic akhirnya sukses melewati hadangan Pepe dan memberikan umpan kepada Bacca yang berhasil mencetak gol penentu kemenangan Sevilla.
Kejadian tersebut ternyata mengundang kometar Toshack. Menurut Toshack, Bale dianggap telah merugikan Madrid pada laga tersebut.
"Bale mengganti sepatu pada menit ke-70. Tindakannya meninggalkan permainan adalah sebuah kriminal. Pelatih (Carlo Ancelotti) seharusnya menghukum Bale selama sebulan. Di Liverpool, klub tempat aku tumbuh, hal itu tidak akan terjadi," ujar Toshack.
Pada menit ke-70, Bale memutuskan ke pinggir lapangan untuk mengganti sepatunya. Beberapa saat kemudian, Sevilla melakukan serangan dari sisi kanan yang biasa ditempati Bale.
Tanpa Bale, bek Madrid Pepe terpaksa mengawal Ivan Rakitic terlalu jauh. Rakitic akhirnya sukses melewati hadangan Pepe dan memberikan umpan kepada Bacca yang berhasil mencetak gol penentu kemenangan Sevilla.
Kejadian tersebut ternyata mengundang kometar Toshack. Menurut Toshack, Bale dianggap telah merugikan Madrid pada laga tersebut.
"Bale mengganti sepatu pada menit ke-70. Tindakannya meninggalkan permainan adalah sebuah kriminal. Pelatih (Carlo Ancelotti) seharusnya menghukum Bale selama sebulan. Di Liverpool, klub tempat aku tumbuh, hal itu tidak akan terjadi," ujar Toshack.
Sumber :
Editor :
Aloysius Gonsaga AE
Rodgers: Liverpool Menang karena Suporter

Rodgers: Liverpool Menang karena Suporter
PAUL ELLIS / AFP
Kapten
Liverpool Steven Gerrard memberikan penghormatan kepada penonton usai
pertandingan Premier League antara timnya dan Sunderland, di Anfield,
Rabu (26/3/2014).
LIVERPOOL, KOMPAS.com - Manajer Liverpool Brendan
Rodgers mengapresiasi aksi suporter membentuk barisan penghormatan untuk
timnya sebelum anak-anak didiknya memasuki Stadion Anfield untuk
melakoni laga Premier League, melawan Sunderland, Rabu (26/3/2014).
Menurutnya, aksi itu merupakan salah satu kunci keberhasilan Liverpool
memenangi laga itu.