Jumat, 27 Juni 2014

FIFA World Cup 2014 Brasil

Jadwal Pertandingan 16 Besar Piala Dunia 2014

 
 
 
 
 
 
5 Votes

crazy croatia world cup girl fans 2014-f03081
Fase grup Piala Dunia telah usai, sekarang saatnya para Juara grup untuk meladeni runner-up grup. Berdasarkan data klasemen, final idaman antara Messi vs Neymar atau Argentina vs Brazil sangat mungkin bisa terwujud bila keduanya bisa melibas musuh-musuhnya.
Piala Dunia 2014 yang digelar di Brazil yang beriklim tropis seperti Indonesia memang momok menakutkan bagi tim-tim asal Eropa yang berhawa dingin. Permintaan tim-tim asal Eropa untuk time-out sebanyak 4 kali dalam satu pertandingan ditolak oleh FIFA.
Berikut jadwal pertandingan 16 besar dan skema alur dari babak gugur Piala Dunia 2014:
Alur Pertama:

A : Brasil vs Cile (Sabtu, 28 Juni 2014, pkl 23.00)
B : Kolombia vs Uruguay (Minggu, 29 Juni 2014, pkl 03.00)
Prediksi Perempat Final : Brazil vs Kolombia.
C: Belanda vs Meksiko (Minggu, 29 Juni 2014, pkl 23.00)
D : Kosta Rika vs Yunani (Senin, 30 Juni 2014, pkl 03.00)
Prediksi Perempat Final: Belanda vs Kosta Rika
Semifinal Idaman nya adalah Brazil melawan Belanda.
babak-16-besar-piala-dunia-jadwal
Alur Kedua:
Per E: Prancis vs Nigeria (Senin, 30 Juni 2014, pkl 23.00)
Per F: Jerman vs Aljazair (Selasa, 1 Juli 2014, pkl 03.00)
Prediksi Perempat Final : Prancis vs Jerman
Per G: Argentina vs Swiss (Selasa, 1 Juli 2014, pkl 23.00)
Per H: Belgia vs Amerika Serikat (Rabu, 2 Juli 2014, pkl 03.00)Prediksi Perempat Final : Argentina vs Belgia
Semifinal Idealnya adalah Argentina vs Jerman.

10 Aksi Konyol dan Unik Dahlan Iskan Sejak Jadi Menteri BUMN





Menteri Perindustrian MS Hidayat pernah mengungkapkan, saat ini ada dua pejabat di Indonesia yang 'pandai' menyedot perhatian publik lewat aksi-aksinya. Mereka adalah Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan dengan segala aksinya dan Walikota Solo, Joko Widodo (Jokowi) dengan memindahkan PKL dan mobil Esemka.

Nah, berbicara Dahlan Iskan, banyak orang sudah tahu kalau gaya menteri satu ini sangat khas dengan berbagai celetukan dan terobosannya yang lain dari yang lain. Berikut ini beberapa aksi fenomenal yang pernah dilakukan oleh mantan Dirut PLN tersebut dikumpulkan dari berbagai pemberitaan detikFinance, Kamis (22/3/2012).

1. Jadi Sopir Wakil Menteri BUMN

Ini ia lakukan sebagai resep agar bisa menjalin hubungan yang harmonis dengan Wakil Menteri BUMN Mahmudin Yasin. Ia juga menciptakan model komunikasi moderen dengan para pejabat eselon I di lingkungannya.

Dahlan mengaku sebelum dilantik sebagai menteri BUMN tidak mengetahui siapa yang akan menjadi wakilnya. Pertemuan pertama Dahlan dengan Yasin adalah saat pelantikannya 19 Oktober 2011 lalu. Dahlan pun mencoba akrab dengan Yasin dengan mengajaknya mengendarai mobil bersama dari kantor presiden ke kementerian BUMN.

2. Naik Kereta Demi Rapat di Istana Bogor

Dahlan melakukannya demi memenuhi janjinya menggunakan KRL Commuter Line untuk melihat langsung perubahan fasilitas kereta api Jakarta-Bogor. Aksinya ini bersamaan ketika ia bermaksud ke Istana Bogor guna menghadiri rapat kabinet.

Layaknya penumpang biasa, Dahlan memilih memutar di sekitar lokasi, tidak ada satu pun ajudan yang ada di sampingnya. Dahlan ingin tahu perubahan-perubahan yang sudah dilakukan PT KAI. "Kita jangan cuma ngomel-ngomel, tapi nggak pernah nggak naik. Saya juga termasuk yang memang pencinta kereta," jelasnya.

Lewat aksinya itu ia nyaris telat rapat di Istana Bogor hingga harus menyewa ojek, dan harus berlari-lari kecil karena khawatir terlambat.

3. Menyetir Mobil 40 Km Hanya Demi Melihat Sapi
Peristiwa ini Dahlan lakukan saat peringatan hari pers nasional Februari lalu. Ia mengunjungi tempat peternakan sapi di pinggiran Kota Jambi, seperti biasa tidak ada pejabat yang mendampingi dan voorijder. Dia hanya didampingi dua staf khususnya dan wartawan senior Ishadi SK.

Dahlan mengemudikan mobil Ford Everest BH 1962 dari Kota Jambi menuju lokasi PTPN VI (PT Perkebunan Nusantara) yang berjarak sekitar 40 KM. PTPN VI berada di kabupaten Batanghari.

4. Ngamuk di Tol Semanggi
Nah, aksi yang satu ini masih begitu hangat dan menjadi pembicaraan publik dua hari lalu. Dahlan Iskan ngamuk di pintu tol dekat Jembatan Semanggi menuju arah Slipi. Penyebabnya, antrean di tol tersebut sangat panjang tetapi loket yang dibuka hanya dua dari empat pintu yang ada.

5. Rapat Wajib seluruh Direksi BUMN tiap Selasa Pagi
Ia mewajibkan rapat pimpinan setiap Selasa pagi. Rapat berfungsi untuk mengetahui permasalahan yang dihadapi BUMN, mengevaluasi dan memutuskan langkah yang dilakukan. Menurutnya, pola rapat pimpinan ini berhasil membawa kinerja yang apik bagi PLN.

Pola rapat semacam ini, tidak hanya di jajaran Kementerian, para BUMN juga dianjurkan melakukan hal yang sama. Lalu, kenapa Selasa menjadi hari pilihan Dahlan? Mantan Bos Jawa Pos ini beralasan, bahwa Senin merupakan rapat konsolidasi intern berupa komunikasi antar staf. Dalam rapat awal pekan akan dibawa ke rapat pimpinan di hari Selasa.

6. Test Drive Mobil GEA dan Esemka

Dahlan menjadi salah satu sekian pejabat yang mencicipi mobil Esemka besutan pelajar SMK Solo. Selain Esemka, di juga ke Madiun untuk menyambangi kantor PT Industri Kereta Api (INKA) guna mencoba mobil buatan BUMN tersebut yang bermerek GEA.

Dahlan dijemput pihak INKA untuk meninjau pembuatan kereta di pabrik BUMN tersebut, dan akhirnya meninjau bengkel pembuatan mobil GEA. Salah satu mobil GEA yang dicoba Dahlan sempat mogok sehingga dia harus mengganti dengan mobil yang baru. Dahlan pun menggunakan mobil GEA untuk mengunjungi sebuah pesantren di Kelurahan Takeran, Magetan, Jawa Timur

7. Tolak Lift dan Ruang Kerja Pribadi dan Tak Pakai Mobil Dinas

Dahlan pernah menolak menggunakan lift pribadi di kantornya saat ia pertama kali jadi menteri BUMN ketika menyambangi para pegawai BUMN. Ia juga sempat menolak ruang kerja pribadi menteri BUMN dan memilih ruang rapat. Sosok unik ini juga jarang memakai mobil dinas, memilih mobil Jaguar pribadinya berplat L 1 JP.

8. Jalan Kaki ke Kantor Jero Wacik
Tak seperti kebiasaan menteri-menteri lainnya, Dahlan memang terlihat beda. Misalnya saat ia rapat ke Kementerian ESDM, Dahlan pernah berjalan kaki dengan sepatu kets kesayangannya dan didampingi oleh 2 asistennya. Kejadian itu terjadi pada Selasa (25/10/2011) beberapa hari setelah ia dilantik jadi Menteri BUMN.

Kantor Kementerian BUMN letaknya di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta. Memang jaraknya dengan kantor Kementerian ESDM hanya sekitar 300 meter karena berada di ruas jalan yang sama.

9. Menginap di Rumah Petani Miskin di Sragen
Kejadian ini ia lakukan saat kunjungan kerja ke Sragen, Jawa Tengah pertengahan Maret 2012. Mantan Direktur Utama PLN ini memilih menginap di rumah seorang warga di Dusun Karang Rejo, Desa Bener, Kecamatan Ngrampal, Sragen.

Bukan hanya itu saja, selama di rumah warga, Dahlan menyempatkan berdialog seputar kehidupan buruh tani. Dahlan juga melihat kandang sapi dan mengambil telur ayam, bahkan ikut menanam benih pada di sawah.

10. Rapat dengan Direksi BUMN Pakai 'BBM
'
Dahlan perintahkan pola rapat seperti ini sekitar dua bulan terakhir kepada direksi BUMN, ini dilakukan sebagai cara baru untuk rapat. Ia dan anak buahnya tak perlu membuang waktu datang ke kantor Kementerian BUMN, tapi cukup melalui BlackBerry Messenger (BBM).

- Sumbernya : http://jekethek.blogspot.com/2012/03/10-aksi-konyol-dan-unik-dahlan-iskan.html#ixzz35uSdupu7

Tokoh

Kisah Dahlan Iskan Diomeli Pelanggan Koran

Kisah Dahlan Iskan Diomeli Pelanggan Koran
Dahlan Iskan. ANTARA/Agus Bebeng
TEMPO.CO, Surabaya - Kisah unik dan lucu Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan seperti tak habis digali. Setelah sejumlah buku tentang Dahlan diterbitkan, kini muncul lagi buku berjudul "Tertawa Setengah Mati ala Dahlan Iskan."

Seperti judulnya, buku setebal 190 halaman ini jauh dari kesan serius karena isinya memang hanya seputar cerita lucu dan konyol pria kelahiran Magetan, Jawa Timur, selama menjadi wartawan Tempo dan Jawa Pos.

Penulisnya, M. Djupri, yang memungut 99 buah kisah lucu dan dituangkan ke dalam buku tersebut. Djupri, wartawan Suara Indonesia era 1988 - 1991 mengumpulkan peristiwa-peristiwa jenaka Dahlan saat korannya merger dengan Jawa Pos di Surabaya pada akhir 80-an. "Di situ saya kenal Pak Dahlan," kata Djupri, 60 tahun, kepada Tempo, Jumat, 24 Agustus 2012.

Selama mengumpulkan kisah-kisah lucu Dahlan, Djupri dibantu oleh teman-temannya eks wartawan Suara Indonesia. Mereka antara lain Toto Sonata, Amang Mawardi, dan Sugeng Irawan. "Kami diam-diam mencatat kisah-kisah unik itu, tapi baru sekarang kepikiran untuk membukukannya," imbuh Djupri.

Di antara kisah lucu itu, kata Djupri, ialah saat

Tokoh


Biografi Dahlan Iskan


MASA KECIL MASA SULIT

Dahlan Iskan lahir di Desa Kebun Dalam Tegalarum, Kecamatan Bando, Magetan, Jawa Timur, tahun 1951. Setelah lemari bajunya terjual, Dahlan Iskan akhirnya memutuskan sendiri tanggal dan bulan kelahirannya, yaitu 17 Agustus. Ia memilih tanggal serta bulan itu agar mudah diingat karena bertepatan dengan kemerdekaan Indonesia.
Lemari baju satu-satunya terpaksa dijual untuk makan sehari-hari.  Padahal di belakang lemari itu bapaknya biasa mencatat tanggal kelahiran anak-anaknya . Tanggal lahir Dahlan pun ikut lenyap bersama sang lemari.
Sejak kecil, Dahlan sudah akrab dengan kemiskinan. Pakaian yang ia miliki hanya satu celana pendek, satu baju dan satu sarung. Kain sarung yang ia miliki bisa dijadikan alat serbaguna olehnya. Mulai dari sebagai alat ibadah, pengganti baju jika ia mencuci bajunya, pengganti celana jika ia mencuci celananya, selimut, bahkan karung jika ia sedang mengumpulkan sisa panen kedelai orang kaya. Kalau lapar mendera, dia terpaksa mencuri tebu milik pabrik gula di dekat rumahnya. Puluhan tahun kemudian nasib berkata lain. Dia harus menjadi pemimpin puluhan pabrik gula yang sedang sekarat di seluruh Indonesia. Hutang Dahlan dibayar lunas, satu tahun setelah dia menjadi menteri BUMN, pabrik-pabrik gula itu mulai menuai keuntungan setelah puluhan tahun merugi.

MASA DEWASA MASA BEKERJA

Dahlan Iskan memulai karirnya sebagai calon reporter Harian Mimbar Masyarakat di Samarinda. Segera setelah ia tidak menyelesaikan kuliahnya di IAIN (sekarang STAIN) dan lebih memilih untuk menggeluti dunia kewartawanan di Koran kampus dan aktif dibeberapa organisasi seperti Pelajar Islam Indonesia. Tahun 1976, ia menjadi wartawan majalah Tempo. Nama Dahlan Iskan melejit setelah membuat liputan eksklusif karamnya Tampomas II. Kapal buatan Jepang dari Jakarta yang menuju Makassar itu, terbakar 2 hari sebelum akhirnya tenggelam. Sekitar 400 penumpang tewas, ada pula yang menyebut 666 tewas, salah satunya sang nakhoda, Abdul Rivai.
Dahlan yang saat itu menjadi kepala biro Tempo Jawa Timur, menjadi satu-satunya wartawan yang meliput. Karena medan ke lokasi sangat sulit. Dalam 3 hari, dia mengumpulkan bahan berita dan merekonstruksi tahap-tahap karamnya kapal. Dahlan saat itu  berhasil mewawancara seluruh awak kapal, dan korban yang selamat di dalam kapal motor Sangihe yang dipakai mengevakuasi korban.
Begitu terbit, liputan itu langsung banjir pujian. Bahkan disebut-sebut sebagai cikal bakal lahirnya gaya investigasi ala Tempo. Karier Dahlan pun melesat cepat akibat liputan maut ini.
Pada tahun 1982, Dahlan Iskan dipercaya untuk memimpin Koran Jawa Pos yang dibeli oleh Eric Samola (Direktur Utama PT Grafiti Pers, penerbit Tempo). Koran ini dahulu beranama Java Post yang kemudian menjadi Djawa Post dan akhirnya menjadi Jawa Pos. Pada saat itu, pasar Koran Surabaya dikuasai oleh harian Surabaya Post dan Kompas.  Jawa Pos waktu itu hampir mati dengan sirkulasi Cuma 6.800 eksemplar. Oplah yang habis diangkut dengan beberapa becak. Dalam kurun waktu lima tahun pertama (1982-1987), Dahlan iskan telah menjadikan Jawa Pos surat kabar spektakuler dengan oplah 126.000 eksemplar beserta omset tahunan melejit sampai Rp 10,6 miliar atau 20 kali lipat dari omset ditahun pertama (1982).
“Dulu saking tidak terkenalnya, kalo ada yang bertanya dimana kantor Jawa Pos? Jawabannya: “Di depan kantor Bank Karman.” Padahal Bank Karman juga bukan bank terkenal. Itu menjadi lecutan buat saya untuk membalik keadaan. Saya mau kalau ada yang bertanya di mana kantor Bank Karman. Jawabannya harus: “Di depan kantor Jawa Pos!” Sayangnya cita-cita saya tidak kesampaian. Bank Karman keburu dilikuidasi saat Jawa Pos mulai terkenal.” Kenang Dahlan Iskan sambil tertawa.
Pada tahun 1993, dalam usia 42 tahun, Dahlan Iskan memutuskan berhenti sebagai pemimpin redaksi dan pemimpin umum Jawa Pos. Inisiatifnya untuk berhenti karena percaya pentingnya regenerasi , memberikan kesempatan kepada generasi muda untuk berkarya. Alasan lain adalah karena ia ingin lebih fokus sebagai orang nomor satu Jawa Pos News Network yang ia dirikan selanjutnya.
Pada tahun 1997, ia berhasil mendirikan Graha Pena, gedung perkantoran berlantai 20, dan menjadi salah satu gedung pencakar langit di Surabaya. Kemudian gedung serupa juga dibangun di Jakarta pada tahun 2002. Dahlan mengembangkan bisnis medianya dengan membentuk Jawa Pos News Network (JPNN) yang merupakan salah satu jaringan media terbesar di tanah air yang Jawa Pos Group saat ini memiliki 207 koran, 65 percetakan, 42 stasiun TV lokal, jaringan pemberitaan, pabrik kertas hingga belasan gedung perkantoran.

MASA TRANSISI MASA BERBAKTI

Aktifitas di media benar-benar ditinggalkan Dahlan ketika menderita kanker hati. Saking parahnya, satu-satunya cara untuk menyelamatkan hidupnya adalah dengan melakukan operasi transplantasi hati. Proses menjalani operasi ditulis Dahlan menjadi sebuah buku “GANTI HATI” yang mengilhami banyak orang untuk mulai hidup sehat dan tetap semangat menghadapi penyakit kritis.
Setelah menjalani transplantasi hati (2006), Dahlan menghabiskan waktu sebagai Ketua Dewan Pengawas Pesantren Sabilul Muttaqin (PSM). Mengembangkan 131 sekolah dengan 9.300 guru. Dua di antaranya berstatus pesantren internasional bekerjasama dengan Al Irsyad, lembaga pendidikan Islam ternama di Singapura. Pesantren internasional di Magetan itu diberi nama International Islamic School (IIS). Sebanyak 15 guru IIS mendapat sertifikasi international sehingga mereka bisa menjadi guru di semua sekolah yang menggunakan kurikulum Cambridge School di seluruh dunia.
Mengurusi pesantren adalah kebahagian Dahlan. Selain karena perhatiannya yang besar pada dunia pendidikan, juga karena merupakan wasiat dari orangtunya.

MASA BERBAKTI MASA MENGABDI

Bos Koran Menjadi Bos Setrum
Pada 23 September 2009, Dahlan diangkat menjadi direktur utama PLN menggantikan Fahmi Mochtar. Banyak orang yang tidak setuju akan hal ini, dikarenakan Dahlan Iskan bukanlah seorang yang berpendidikan ataupun berada dalam bidang PLN. Menanggapi cibiran tersebut, Dahlan dengan lugasnya menjawab melalui petikan :
“PLN ialah tempat berkumpul orang-orang hebat! Karyawannya lulusan SMA jurusan terhebat, Fisika! Jurusan yang dianggap paling pintar! Lalu, masuk Fakultas Teknik Elektro ITB, yang terhebat! Lulus ITB, diseleksi lagi masuk PLN oleh senior-senior yang hebat! Tidak diragukan lagi, PLN adalah kumpulan orang-orang terhebat dan terpintar di negeri ini! Jadi dibutuhkan manusia bodoh seperti saya... Kata Dahlan.
Semenjak memimpin PLN, Dahlan membuat beberapa gebrakan dengan mengidentifikasi masalah PLN menjadi 5 musuh besar yang harus dikalahkan. Musuh No 1, yakni krisis listrik. PLN berhasil mengatasi krisis listrik hanya dalam waktu enam bulan (Januari-Juni 2010). Dalam waktu sesingkat itu kekurangan listrik di seluruh Indonesia tercukupi berkat manajemen distribusi daya yang lebih baik. Musuh besar No 2 panjangnya daftar tunggu: 2,5 juta orang. Ada yang sudah antre listrik sejak lima atau tujuh tahun. Daftar tunggu itu berhasil diselesaikan melalui dua kali gerakan sehari sejuta sambungan (GRASSS).
Musuh besar No 3: banyaknya gangguan trafo, juga sudah berhasil dikalahkan. Perawatan yang lebih intensif didukung dengan penyediaan trafo cadangan yang mencukupi berhasil meminimalkan gangguan listrik akibat kerusakan trafo. Musuh no. 4 yaitu gangguan feeder (penyulang) juga berhasil diatasi. Di Indonesia masih banyak feeder yang berjarak lebih dari jarak ideal yaitu 25 km. Bahkan di Tapanuli ada feeder yang panjangnya 300 km. Jarak feeder diusahakan seideal mungkin dimasa Dahlan.
Musuh besar no.5 yaitu inefisiensi sudah diperangi. Banyaknya pembangkit salah makan karena sulit mendapat gas membuat PLN terpaksa membakar solar yang lebih mahal. Berkat ‘mengemis’ ke berbagai pihak, beberapa pembangkit berbahan bakar BBM sudah mulai mendapatkan gas. Sayangnya sebelum upaya ini tuntas, tanggung jawab yang lebih besar disematkan ke pundak Dahlan.

Lulusan Pesantren Memimpin BUMN

Dua tahun menjabat sebagai Direktur Utama PLN, pada tanggal 17 Oktober 2011, Dahlan Iskan ditunjuk oleh presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebagai Menteri BUMN. Ia terisak dan terharu begitu dirinya dipanggil menjadi menteri BUMN karena ia berat meninggalkan PLN yang menurutnya sedang pada puncak semangat untuk melakukan reformasi PLN serta ia harus menanggung tanggung jawab yang besar dengan memegang amanah yang besar ini.
Begitu menjadi Menteri BUMN Dahlan menetapkan 3 misi BUMN: Pertama, BUMN harus bisa dipakai sebagai alat ketahanan nasional. Industri strategis masuk kelompok ini, demikian juga BUMN pangan. Kedua, BUMN harus bisa berfungsi sebagai engine of growth. Mesin pertumbuhan ekonomi. Proyek-proyek penting yang akan bisa menggerakkan ekonomi secara nyata harus dimasuki BUMN. Ketiga, BUMN harus bisa dipergunakan untuk menumbuhkan kebanggaan nasional. Pride of Nation. Sejumlah BUMN tidak boleh hanya bisa menjadi jago kandang. Harus menjadi kebanggaan bangsa di dunia internasional.
“Alangkah hebatnya Indonesia kalau semua potensi bangsa disatukan dalam koordinasi yang utuh. Kalau saja ada kesatuan di dalamnya, kita bisa memproduksi pabrik apa pun, alat apa pun, dan kendaraan apa pun. Pembangkit listrik, pabrik gula, pabrik kelapa sawit, pesawat, kapal, kereta, motor, mobil, dan apalagi sepeda, semua bisa dibuat di dalam negeri” Ujar Dahlan.
Visi itu satu persatu berhasil diwujudkannya dalam waktu singkat. Industri pertahanan negara bangkit, pembangunan  infrastruktur memanfaatkan kekuatan BUMN begitu cepat, BUMN pertanian dan perkebunan bergerak bahu membahu mewujudkan ketahanan pangan nasional. Mimpinya membentuk BUMN-BUMN yang kuat yang mampu bersaing dalam pasar global terwujud ketika Pertamina masuk dalam Fortune 500. Garuda Indonesia mengalahkan MAS dan menjadi maskapai kelas ekonomi terbaik dunia. Semen Indoensia mengakusisi pabrik semen di Vietnam dan menjadi Pabrik Semen terbesar di ASEAN. BUMN-BUMN Karya melakukan ekspansi ke Afrika dan Jazirah Arab. Banyak prestasil lain BUMN di bawah Dahlan Iskan yang menumbuhkan kebanggaan sebagai bangsa Indonesia.
Kerja.Kerja. Kerja. Demi Indonesia