Artikel

Mengganti Icon Untuk Jenis File Tertentu

Icon merupakan salah satu “tanda” untuk mengenali suatu jenis file. Icon-icon tersebut akan berubah sesuai dengan program yang digunakan untuk membuka file tersebut. Misalnya, untuk file dengan ekstensi .zip. Jika Anda menginstall program WinZip maka icon file .zip akan berbentuk seperti program WinZip, sebaliknya jika Anda menginstall program WinRar maka icon file .zip pun akan berbentuk seperti program WinRar.
Kalau Anda merasa bosan dengan icon-icon yang “biasa” tersebut, Anda bisa menggantinya dengan icon yang lain, baik icon bawaan program tersebut atau icon lain yang bisa Anda download secara gratis dari internet.
Untuk mengganti icon caranya sebagai berikut:
  • Buka Windows Explorer
  • Klik menu Tools – Folder Options
  • Pindah ke tab File Types
  • Pilih tipe file yang akan diganti iconnya. Misalnya Anda ingin mengganti icon file dengan ekstensi .txt (Text Document). Mengganti Icon File
  • Klik tombol Advanced. Pada kotak dialog seperti di bawah ini, klik tombol Change Icon
    Mengganti Icon File.
  • Anda dapat memilih salah satu icon dari banyak icon yang secara default sudah disediakan oleh Windows (pada file shell32.dll). Kalau Anda ingin mengganti dengan file icon yang lain, Anda bisa mengklik tombol Browse. Mengganti Icon
  • Kalau Anda belum punya koleksi icon-icon yang menarik, Anda bisa mencarinya di internet menggunakan search engine Google. Gunakan kata kunci “free icons”.
Beberapa situs yang menyediakan icon gratis:


                                                                                                                                                                                   


6 FAKTA Unik SABUN



Merdeka.com - Sabun menjadi bagian penting dari kehidupan manusia, yang biasa dipakai untuk menjaga kebersihan tubuh. Anda tentu tidak bisa membayangkan bagaimana rasanya hidup tanpa sabun, bukan? Nah, berikut adalah beberapa fakta tentang sabun yang patut untuk Anda ketahui. Mari kita simak bersama!
Fakta 1
Sabun biasanya dibuat dengan menggunakan lemak hewan atau nabati, atau minyak yang dicampur dengan formula basa seperti soda kaustik.

Fakta 2

Sabun pertama kali diproduksi oleh bangsa Babilonia sekitar 2800 SM. Menurut sejarahnya, sabun dulunya digunakan di industri tekstil dan obat. Ada tiga macam proses pembuatan sabun, antara lain: proses pemanasan, proses pendinginan dan proses pencairan.

Fakta 3

Proses pembuatan sabun dikenal dengan istilah saponifikasi. Dalam proses ini, minyak nabati dan lemak akan dicampur sebagai dasar pembuatan sabun. Campuran itu kemudian ditransfer ke dalam garam.

Fakta 4

Apa perbedaan antara sabun di pasaran dan sabun buatan sendiri? Sabun di pasaran menggunakan minyak hewan dan minyak keras lainnya dalam proses pembuatannya. Sabun buatan sendiri umumnya dibuat dari bahan-bahan alami, termasuk gliserin. Sabun buatan sendiri juga jauh lebih lembut saat diterapkan pada kulit, dibandingkan dengan sabun buatan pabrik.

Fakta 5

Sabun atau soap (dalam bahasa Inggris) berasal dari kata sapo, bahasa Latin untuk sabun, yang juga merupakan nama dari sebuah gunung fiktif di daerah Roma yang dikatakan berhubungan dengan sejarah sabun.

Fakta 6

Produksi sabun industri terjadi antara tahun 1450 sampai 1500-an di Prancis dan pada awal 1200-an produksi sabun mulai diminati di Timur Tengah.

Inilah fakta menarik tentang sabun yang biasa kita gunakan untuk kebutuhan sehari-hari, terutama untuk membersihkan tubuh.





                                                                                                                                                                     

Susu Mampu Hambat Perkembangan Arthritis Lutut Pada Wanita

Sebuah penelitian baru menunjukkan bahwa susu dapat menjadi senjata yang hebat dalam mengatasi radang sendi lutut pada wanita, namun hal yang sama tidak berlaku untuk yogurt atau keju.

Peran susu dalam menghambat perkembangan osteoarthritis

susu dan arthritisSemakin rendahnya kandungan lemak pada susu, atau bahkan susu bebas lemak, maka semakin lambat pula perkembangan osteoarthritis pada lutut. Namun demikian, konsumsi susu tidak menunjukkan manfaat yang sama bagi laki-laki.
Peneliti yang dipimpin oleh Dr Bing Lu dari Brigham and Women’s Hospital di Boston juga menemukan bahwa makan keju dalam jumlah yang besar memiliki efek sebaliknya, yakni mempercepat perkembangan radang sendi lutut pada wanita. Sementara itu, mengonsumsi yogurt tidak berpengaruh pada radang sendi lutut, baik wanita ataupun laki-laki.
Osteoarthritis adalah bentuk artritis yang paling umum dan mempengaruhi hampir sekitar 27 juta orang Amerika berusia 25 tahun ke atas. Para peneliti mencatat bahwa arthritis lutut cenderung lebih umum dan lebih parah pada wanita.
Penelitian yang diterbitkan tanggal 7 April di Arthritis Care & Research ini adalah studi terbesar untuk menyelidiki pengaruh dari asupan susu dalam perkembangan osteoarthritis lutut. Dr Lu percaya bahwa konsumsi susu memainkan peranan penting untuk kesehatan tulang.
Penelitian ini melibatkan 1260 wanita dan sekitar 900 pria dengan radang sendi lutut. Para peserta diminta untuk memberikan informasi kebiasaan makan mereka sehari-hari. Lutut mereka diteliti pada awal penelitian serta 12, 24, 36, dan 48 bulan kemudian. Hal yang perlu dicatat adalah bahwa penelitian ini tidak membuktikan hubungan sebab-akibat.
“Temuan kami menunjukkan bahwa wanita yang sering minum susu diketahui mengalami penurunan perkembangan osteoarthritis. Studi lebih lanjut terkait asupan susu dan keterlambatan dalam perkembangan osteoarthritis masih sangat diperlukan,” Lu menyimpulkan dalam rilis berita.
“Tentu saja penelitian lebih lanjut diperlukan, namun temuan tersebut merupakan hal yang masuk akal untuk mendorong wanita dengan osteoarthritis untuk mempertimbangkan susu rendah/bebas lemak sebagai salah satu alat yang baik untuk memerangi perkembangan suatu penyakit,” ujar Christine Santori, seorang ahli diet terdaftar di New York, Amerika Serikat.
Marlo Mittler, seorang ahli gizi di Cohen Children Medical Center of New York, juga mengatakan hal senada, “susu telah lama dikenal dapat memainkan peran penting dalam kesehatan tulang. Susu berisi nutrisi penting seperti fosfor, kalsium, protein, dan diperkaya vitamin D, yang penting untuk kehidupan sehari-hari.”
Menurut Mittler, “komponen susu sebenarnya yang memungkinkan untuk memainkan peran preventif dalam perkembangan osteoarthritis masih perlu dieksplorasi. Hal ini juga penting untuk dicatat bahwa bukan susu sapi secara keseluruhan, melainkan susu rendah lemak dan bebas lemak yang menjadikannya efektif dalam penundaan perkembangan osteoarthritis.”
Dia mengatakan bahwa peran estrogen dalam kesehatan tulang dapat membantu menjelaskan mengapa asupan susu tampaknya bisa membantu menangkal radang sendi di lutut wanita, bukan pria. Kalsium juga dapat mempengaruhi kesehatan tulang pada wanita dengan cara yang berbeda daripada yang dilakukannya untuk pria, ia menambahkan. Di sisi lain Mittler menjelaskan bahwa kandungan lemak yang tinggi pada keju dapat menjelaskan mengapa makanan tersebut malah dapat membercepat perkembangan arthritis lutut.
Santori menambahkan bahwa minum susu bukanlah satu-satunya jalan menuju lutut yang sehat.
“Ada beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi gejalanya. Yang paling penting adalah menjaga berat badan tetap normal untuk mengurangi tekanan pada sendi dan mengurangi peradangan pada jaringan lemak. Selain itu, mengonsumsi vitamin C, asam lemak omega-3, antioksidan, dan agen anti-inflamasi lainnya mungkin juga bermanfaat,” ujarnya.
via WebMD | image : thesleuthjournal.com